Mang Usep Ngalalana
Follow Mang Usep Ngalalana on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 276 other followers

Usyaripu

This machine dispenses short stories; select your reading time and it will dispense the story. I got Real Treasure by Enrim @psulibs

Teacher Educator Series: Supervisi dalam Konteks Pendidikan Calon Guru

IMG_0723Jika mahasiswa calon guru ditanya apa pengalaman paling berkesan selama kuliah di fakultas keguruan? Selain pengalaman terkait dengan relasi sosial mereka di kampus, mereka kemungkinan akan menjawab PPL, atau praktik mengajar di sekolah. Hal ini karena PPL merupakan salah satu tahapan paling penting dalam proses pendidikan calon guru di LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) – istilah umum yang biasa digunakan untuk menyebut lembaga pendidikan yang mempersiapkan tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan seperti Fakultas Keguruan, Institut Keguruan, STKIP, atau Universitas negeri keguruan seperti UPI, UNJ, dan yang lainnya.

(more…)

Penelitian Guru: Untuk Pembuktian atau Untuk Pemahaman?

Photo by the SURE Network

Photo by the SURE Network

Sederhananya, penelitian guru adalah inkuisi sistemati dan intensional yang dilakukan oleh guru. Teacher Research merupakan istilah umum, Umbrella term, yang menaungi berbagai macam penelitian yang dilakukan oleh guru. Istilah lain yang juga popular adalah Action research, yakni riset komparatif atas berbagai kondisi dan dampak dari beragam tindakan sosial, dan riset yang diarahkan kepada tindakan sosial. Apapun itu namanya, penelitian guru merupakan salah satu bentuk professional development dengan harapan adanya peningkatan kualitas mengajar guru yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas proses belajar siswa. Terus dalam praktiknya, tujuan penelitian itu apa? Apakah untuk membuktikan kehebatan sebuah strategi, metode, atau bahan ajar dalam meningkatkan prestasi siswa (Prestasi = nilai), atau untuk memahami misteri dan dinamika yang terjadi dalam proses pembelajaran sehingga guru semakin mamahami konteks pembelajaran yang dijalankan?

(more…)

Tentang State Patty’s Day: It’s Party Time!

Picture by: personal.psu.edu

Picture by: personal.psu.edu

Kali ini saya akan berbagi cerita tentang salah satu tradisi yang rutin dirayakan mahasiswa di Penn State University sejak tahun 2007, yakni State Patty’s Day. Acara ini merupakan alternatif atau bentuk oplosan dari ritual Saint Patrick Day yang biasa diselenggarakan untuk memperingati Saint Patrick, Uskup Agung dan Bapak Bangsa Irlandia pada abad ke-5. Saya sebut ini versi oplosan karena berbeda dari umumnya acara Saint Patrick Day yang biasa diisi dengan berbagai festival dan parade budaya, maka State Patty’s Day hanya diisi dengan acara party dan minum-minum. Lebih jauh tentang Saint Patrick Day yang asli dapat dilihat pada tautan ini: Saint Patrick Day.

(more…)

NAPDS Conference 2016: Ketika Dosen, Guru, dan Mahasiswa Saling Membelajarkan

NAPDS Logo Photo Credit by NAPDS

NAPDS Logo
Photo Credit by NAPDS

Tanggal 4-6 Maret 2016 kemarin, saya menjadi salah seorang anggota delegasi Penn State University, College of Education, menghadiri the National Conference of National Association for Professional Development School (NAPDS) yang diselenggarakan di Doubletree Hotel, Washington, DC. Dosen wali saya mewanti-wanti agar saya menghadiri konferensi ini karena topik yang dibahas sesuai dengan minat riset saya dalam bidang pendidikan guru. Bagi saya, konferensi ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk menyimak trends dalam bidang kemitraan universitas keguruan dengan sekolah dalam mendidik guru masa depan (Preservice teachers) maupun pengembangan profesi guru dalam jabatan (In-service teachers). Selain itu, setelah kurang lebih delapan bulan saya mengendap di kota kecil State College, akhirnya, saya bisa juga sedikit escape from daily routine di kampus. Di tulisan ini saya akan sedikit berbagi oleh-oleh yang saya peroleh dari konferensi tersebut.

(more…)

Dampingi Guru untuk Saling Berbagi dan Belajar

IMG_0723Sebuah ungkapan disampaikan oleh Robert Meehan, seorang pendidik dan sastrawan Amerika Serikat, berbunyi seperti ini, “Life as a teacher begins the day you realize that you are always a learner.” Menjadi guru sejatinya menjadi pembelajar seumur hidup. Guru memiliki kewajiban untuk mampu menyeimbangkan antara learning to teach and teaching to learn. Mengajar sejatinya adalah sebuah proses belajar. Ada banyak cara yang bisa dilakukan guru untuk selalu belajar. Bisa belajar melalui jalur formal, misalnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi; atau bisa juga belajar melalui jalur informal seperti mengikuti program pengembangan profesi dalam bentuk pelatihan, seminar, workshop, mentoring, dan sejenisnya. Ada satu cara belajar yang mudah, murah, tapi butuh keberanian, yakni belajar dari pengalaman, baik pengalaman sendiri maupun pengalaman orang lain. Saya bilang murah dan mudah karena sumber dan bahan ajarnya tersedia pada diri sendiri dan rekan kerja; akan tetapi, belajar pada diri sendiri dan rekan kerja jelas membutuhkan keberanian, yakni berani mengakui kekurangan dan kelebihan sendiri dan kelebihan orang lain serta berani untuk mau belajar dari kelebihan mereka. Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman ketika saya mendampingi Profesor saya di Penn State menjadi pendamping kegiatan Professional Development untuk guru-guru Bahasa Inggris SMP dan SMA di State College Area School District.

(more…)

Tentang Visa Pelajar ke Amerika Serikat

Photo by: visitorsguardusa.com

Photo by: visitorsguardusa.com

Kali ini saya akan sedikit bercerita tentang Visa Pelajar ke Amerika Serikat. Meskipun saya pernah ke Amerika Serikat sebelumnya dengan status pelajar, yakni ketika kuliah magister di University of Arkansas tahun 2009-2011, mengurus Visa sendiri baru saya lakukan ketika saya akan berangkat ke Penn State tahun 2015. Karena ketika ke Arkansas, segala sesuatu terkait dengan Visa diurus oleh sponsor pemberi beasiswa, yakni USAID. Saya hanya tinggal datang wawancara dan Visa keluar. Sangat mudah, apalagi beasiswa saya saat itu dari USAID, jadi sangat dimudahkan. Bagaimana tidak dimudahkan, orang saya tamu mereka tokh dan mereka yang membiayai saya.

(more…)

Teacher Inquiry Series: Pengantar

2008-11-15_0705

Picture by: georgetowncollege.edu

Teacher Inquiry atau Teacher Doing Research merupakan salah satu strategi Teacher Professional Development yang saat ini banyak dijalankan di negara-negara maju. Saya sudah menasbihkan diri saya untuk memfokuskan penelitian saya pada bidang pendidikan guru dengan meliputi aspek seperti preservice teacher education, inservice teacher education, dan kemitraan antara kampus dengan sekolah dalam pendidikan guru. Saya akan menulis artikel tentang isu-isu pada bidang tersebut. Untuk artikel yang pertama ini, saya akan mengulas sedikit tentang  Teacher Inquiry. Artikel ini nantinya akan ditindaklanjuti dengan artikel-artikel lain guna mengulas lebih mendalam tentang Teacher Inquiry serta mencoba untuk merefleksikan dan mencari celah dimana letak kesesuaian Teacher Inquiry pada konteks pendidikan di Indonesia.

(more…)

2015 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2015 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

A San Francisco cable car holds 60 people. This blog was viewed about 760 times in 2015. If it were a cable car, it would take about 13 trips to carry that many people.

Click here to see the complete report.

Gue mah Begitu Orangnya

Cecep, Deden, dan Udin, asyik berdebat, ngarahul (ngebual), tentang siapa yang paling hebat dalam urusan Move on:

Cecep, “Eh, tahu gak, bulan kemarin, mantan pacar gue, yang baru putus dua bulan kemarin, nikah. Gue dateng Men, ke nikahannya, ikut nyumbangin dua lagu. Gue mah gitu orangnya.”

Deden, “Ah gitu gak seberapa, mantan pacar gue ngundang ke nikahan dia, gue ikut nyebarin undangannya, Men. Gue mah gitu orangnya.”

Udin, “Diem loe pade, lewat loe semua, mantan gue, baru putus bulan kemarin, nikah. Gue datang Men, jadi penghulunya. Cuman gue yang gitu orangnya.”

 

Belajar dari Ksatria Baja Hitam dan Power Rangers

Picture: KeepCalmAndPosters.com

Picture: KeepCalmAndPosters.com

Masa kecil saya termasuk beruntung karena hiburan di televisi masih cukup sehat, mendidik, dan menghibur. Biasanya saya numpang menonton televisi di rumah tetangga karena di rumah sendiri tidak ada televisi. Itu pun televisi di rumah tetangga masih hitam putih. Diantara sekian banyak acara televisi di hari Minggu, ada dua yang hampir selalu saya tonton, yakni Ksatria Baja Hitam dan Power Rangers. Ksatria Baja Hitam adalah sebuah cerita Superhero dari Jepang yang mengisahkan seorang pemuda bernama Kotaro Minami yang berjuang melindungi masyarakat dari ancaman monster anak buah Gorgom. Sementara itu, kisah Power Rangers kurang lebih sama, diadaptasi dari sebuah cerita Superhero Jepang, yang menceritakan tentang sekelompok remaja yang dengan kekuatan hebat yang mereka miliki, bertarung melindungi masyarakat dari serangan monster makhluk asing. Saat kecil, saya memahami kisah kedua film aksi anak-anak tersebut hanya dalam tataran hiburan belaka. Sekarang, ketika saya menyaksikan kembali episode film-film tersebut di Youtube, saya tersadarkan satu hal bahwa kedua kisah tersebut memberikan satu pelajaran yang berharga tentang perubahan. Para jagoan itu, supaya mampu mengalahkan para monster yang hebat dan ganas, harus melakukan perubahan hingga mereka memiliki kekuatan lebih. Ada dua nilai yang bisa dipelajari dari kedua kisah fiksi itu, yakni perubahan dan kerjasama.

(more…)

Calendar

June 2017
M T W T F S S
« May    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Categories