Mang Usep Ngalalana

Home » Ngalalana-Adventures » Tentang Buku Tips-Trik Lolos Beasiswa Luar Negeri

Tentang Buku Tips-Trik Lolos Beasiswa Luar Negeri

Photo by aamu.edu

Photo by aamu.edu

Kuliah ke luar negeri merupakan dambaan banyak orang. Sayangnya tidak semua orang cukup beruntung dikaruniai rejeki berlebih sehingga bisa sekolah ke luar negeri. Untungnya, saat ini ada banyak program beasiswa menyediakan pendanaan untuk kuliah ke luar negeri. Setelah lulus S1, melanjutkan pendidikan ke jenjang Master atau Doktor, khususnya ke luar negeri, kini menjadi pilihan lain selain mencari pekerjaan atau berwiraswasta. Sehingga jumlah pencari beasiswa bisa jadi sama besarnya dengan jumlah pencari kerja. Bagi sebagian orang yang jeli melihat peluang, ini adalah kesempatan besar untuk meraup rupiah. Salah satunya dengan menerbitkan buku tips-trik lolos beasiswa ke luar negeri. Dengan marketing yang ciamik dan tagline yang menggoda seperti misalnya Jurus Jitu Lolos Beasiswa, bahkan ada yang mengklaim 100% bisa lolos beasiswa jika membaca buku itu, tak heran jika banyak orang tergiur untuk membelinya.  Pada tulisan ini saya akan sedikit mencari tahu isi salah satu buku tips-trik lolos beasiswa yang katanya bisa menjamin lolos beasiswa.

Saya belum pernah membaca versi fisik buku ini, yang saya review ini adalah versi PDF yang saya temukan di Google. Judul buku ini mengutip nama salah satu program beasiswa yang dikelola oleh Kementerian Keuangan. Gara-gara judul yang mencatut nama program beasiswa tersebut, buku ini sempat heboh dan menjadi perdebatan di kalangan pengelola dan penerima beasiswa tersebut. Sampul depan berwarna dominan putih dengan paduan kuning dan oranye serta terdapat dua orang – satu laki-laki dan satu perempuan – mengenggam buku dan membawa backpack, nampak seperti mahasiswa. Jumlah halaman versi PDF ini adalah 552.

Setelah membaca buku ini, saya bisa menyimpulkan bahwa buku ini adalah versi cetak dari website penyedia beasiswa tersebut karena hampir semua informasi yang tersedia di buku ini sebenarnya sudah tersedia dan dapat diakses dengan mudah melalui website-nya. Bab 1-8 itu memuat segala hal yang sudah tercantum di website pengelola beasiswa itu. Kalaupun ada informasi yang mungkin tidak tersedia di website pengelola beasiswa, pencari beasiswa masih bisa mencarinya di internet dengan mudah. Cukup kunjungi GoogleKlik Disini untuk website pengelola beasiswa dimaksud.

Bab 9 ini mengulas daftar perguruan tinggi yang di-endorse sebagai tujuan utama penerima beasiswa tersebut. Bab 9 ini nampak sekilas tujuannya bagus, yakni untuk menyediakan informasi umum tentang kampus-kampus yang jadi tujuan penerima beasiswa. Sayangnya, kalau menurut saya, tidak ada informasi bermanfaat apapun yang bisa diambil dari bab ini karena hanya mengulas secara singkat tentang  profil sebuah kampus. Misalnya, bab ini hanya menyebutkan nama kampus, alamat, jumlah fakultas, dan jumlah program studi. Padahal untuk memperoleh LoA, tentunya informasi yang sekilas seperti itu jelas tidak memadai. Informasi lebih lengkap tentang sebuah kampus tentu saja bisa diakses melalui website kampus tersebut, mengunjungi kampus tersebut, menghubungi kantor perwakilannya di Indonesia untuk kampus luar negeri, atau bertanya ke orang yang sedang atau pernah kuliah di kampus tersebut. Buku ini tidak memuat informasi yang cukup bermanfaat bagi orang yang sedang mencari kampus tujuan kuliah.  Bahkan Wikipedia bisa memberikan informasi lebih detil dari buku ini dengan gratis.

Pun halnya dengan Bab 10, 11, dan bagian penutup yang menyajikan kisah inspiratif para penerima beasiswa. Semua informasi yang ada disitu bisa diakses dengan mudah di internet. Sebagai informai, pengelola beasiwa Kementerian Keuangan sangat menyarankan penerima beasiswa untuk menulis blog, menceritakan pengalaman baik selama seleksi beasiswa maupun selama menjalani perkuliahan. Tujuannya adalah untuk “menginspirasi” dan menyediakan informasi kepada khalayak. Coba anda kunjungi Google, lalu ketik kata kunci beasiswa LPDP, penerima beasiswa LPDP, misalnya, maka anda akan menemukan ratusan atau bahkan ribuan content informasi tentang itu. Semuanya bisa diakses gratis.

Menurut saya, buku ini sangat cocok dimiliki oleh orang 1) yang sama sekali tidak memiliki akses terhadap internet; 2) tak memiliki kemampuan memadai dalam mencari informasi melalui internet; dan 3) pemalas yang tidak mau berusaha mencari informasi dan inginnya tinggal disediakan.

Perlu diingat bahwa kemampuan mencari informasi melalui internet merupakan kemampuan yang wajib dimiliki oleh seorang mahasiswa pascasarjana, apalagi jika kuliah di luar negeri. Bagaimana mungkin mampu mencari, misalnya, jurnal, yang terbit puluhan tahun ke belakang sebagai rujukan untuk menyusun literature review atau bahan tesis dan disertasi jika informasi sederhana seperti apa dan bagaimana beasiswa, kapan waktu pendaftaran beasiswa, dan persyaratan beasiswa saja tidak mampu/mau mencarinya.

Jika anda pencari beasiswa S3 ke luar negeri dan butuh informasi tentang itu, saran saya buka internet, kunjungi website kampus tujuan, kunjungi website penyedia beasiswa, kunjungi pameran pendidikan, kunjungi kantor perwakilan kampus tujuan untuk kampus luar negeri, dan baca ratusan bahkan mungkin ribuan blog tentang itu.  Semuanya tersedia di internet, cukup mengeluarkan uang untuk beli pulsa atau mencari tempat nongkrong yang menyediakan internet gratis. Uang Rp. 155.000 (harga buku tersebut) saya rasa cukup mahal untuk sebuah buku yang memuat informasi yang sebenarnya bisa diakses dengan cara lebih mudah, murah, dan bahkan gratis.

S1 dan S2 saya melalui beaiswa. Saya memiliki pengalaman mendalam tentang ini. Silahkan telusuri blog saya ini. Anda akan menemukan informasi tentang bagaimana mencari LoA Disini.

Berikut adalah cara memperoleh informasi beasiswa yang menurut saya jauh lebih terpercaya:

  1. Kunjungi website pengelola beasiswa;
  2. Kunjungi kantor pengelola beasiswa (jika dimungkinkan);
  3. Kunjungi pameran beasiswa/pameran pendidikan;
  4. Menghubungi pengelola beasiswa via telepon atau email;
  5. Bertanya ke orang yang sedang atau pernah menerima beasiswa tersebut;
  6. Menelusuri informasi melalui internet.

Untuk mencari Letter of Acceptance (LoA):

  1. Kunjungi website kampusnya;
  2. Kunjungi kantor perwakilannya di Indonesia;
  3. Tanyakan ke alumni atau mahasiswa kampus tersebut; dan
  4. Kunjungi pameran pendidikan.

Apapun itu, salut untuk penyusun dan penerbit buku ini karena jeli melihat peluang. 🙂

Selamat berjuang!

Disclaimer:

THIS BLOG claims no credit for any images posted on this site unless otherwise noted. Images on this blog are copyright to its respectful owners. If there is an image appearing on this blog that belongs to you and do not wish for it appear on this site, please E-mail with a link to said image and it will be promptly removed.

Sebagai mahasiswa program Doktor di Penn State University College of Education yang didanai melalui program beasiswa LPDP, tulisan pada Blog ini merupakan pendapat saya pribadi dan tidak mewakili Penn State University of College of Education maupun LPDP secara kelembagaan.

 

Advertisements

3 Comments

  1. Adawiyah says:

    Apakah buku yang dimaksud yang juga saya miliki saat ini? 😁 Jika ia saya beli hanya menambah referensi tapi saya belum membaca buku tsb karena masih suka cari tau dari internet. 😂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: