Mang Usep Ngalalana

Home » Ngalalana-Adventures » Tentang Visa Pelajar ke Amerika Serikat

Tentang Visa Pelajar ke Amerika Serikat

Photo by: visitorsguardusa.com

Photo by: visitorsguardusa.com

Kali ini saya akan sedikit bercerita tentang Visa Pelajar ke Amerika Serikat. Meskipun saya pernah ke Amerika Serikat sebelumnya dengan status pelajar, yakni ketika kuliah magister di University of Arkansas tahun 2009-2011, mengurus Visa sendiri baru saya lakukan ketika saya akan berangkat ke Penn State tahun 2015. Karena ketika ke Arkansas, segala sesuatu terkait dengan Visa diurus oleh sponsor pemberi beasiswa, yakni USAID. Saya hanya tinggal datang wawancara dan Visa keluar. Sangat mudah, apalagi beasiswa saya saat itu dari USAID, jadi sangat dimudahkan. Bagaimana tidak dimudahkan, orang saya tamu mereka tokh dan mereka yang membiayai saya.

Tahapan terakhir dan paling krusial dalam proses persiapan belajar ke luar negeri adalah memperoleh Visa ijin masuk ke negara yang kita tuju. Jadi, setelah memperoleh LoA sebagai bukti diterima di sebuah kampus dan memperoleh Surat Keterangan lulus beasiswa, sebaiknya mungkin jangan dulu dipamer-pamer, karena belum tentu benar-benar berangkat. Kita akan benar-benar berangkat ketika Visa sudah ditangan. Nah, baru setelah itu silahkan deh buat pengumuman di masjid, mushola, atau keliling kecamatan bahwa anda akan kuliah ke luar negeri; dan potong sapi atau kambing untuk kenduri syukuran … 😀 Sebelum ada Visa, jangan coba-coba. Salah-salah, malah malu sendiri karena Visa ditolak dan gak jadi berangkat. Ada contoh yang seperti ini.

Sejak era Presiden Barrack Obama, memperoleh Visa ke Amerika Serikat terbilang sangat mudah. Bahkan dibanding dengan Visa ke negara lain seperti UK, Eropa, atau Australia, Visa Amerika Serikat relatif lebih mudah didapat, lebih murah biaya aplikasinya, dan prosedurnya lebih cepat. Mudah-mudahan Pemilu Presiden Amerika Serikat tahun 2016 ini tidak memilih orang seperti Donald Trump atau yang se-ideologi dengannya. Khawatir nanti pengurusan Visa ke Amerika Serikat jadi sulit seperti di jamannya Presiden Bush.

Saya tidak akan menceritakan tahapan-tahapan aplikasi Visa, karena sudah banyak Blog yang mengulas tentang itu. Atau, untuk informasi detil tentang tahapan aplikasi Visa bisa dipelajari di website US-Travels ini. Saya hanya akan mengulas tentang jenis-jenis Visa pelajar yang berlaku di Amerika Serikat. Ada tiga jenis Visa pelajar ke Amerika Serikat, yakni F1, J1, dan B. Visa F1 dan J1 biasanya diberikan kepada mahasiswa untuk pendidikan bergelar sedangkan Visa-B diberikan kepada Visiting Scholar. Tapi, banyak juga Visiting scholar yang memperoleh Visa-J1. Tergantung kebijakan lembaga yang membiayai.

Visa-J1 adalah Visa yang diberikan khusus kepada mahasiswa yang berstatus sponsored student atau mahasiswa yang dibiayai melalui beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Amerika Serikat atau pemerintah dari negara asal mahasiswa tersebut. Jadi, jika kita penerima beasiswa Fulbright, USAID, LPDP, dan beasiswa lain yang disponsori oleh pemerintah, maka kita eligible untuk mendaftar Visa-J1.

Sedangkan Visa-F1 adalah Visa paling umum untuk pelajar baik tingkat High School ataupun University. Umumnya, yang mendaftar Visa jenis ini adalah mereka yang kuliah dengan menggunakan biaya pribadi atau dari beasiswa yang berasal dari lembaga non-pemerintah, misalnya beasiswa dari perusahaan tempat orang tua bekerja.

Kedua jenis Visa ini, J1 dan F1, hampir sama, tapi ada sedikit perbedaan. Berikut diantaranya:

Pertama, Formulir pendaftaran Visa-J1 disebut dengan DS-2019. Lembaga yang mengeluarkannya bisa kampus tujuan atau lembaga yang membiayai kuliah kita (lembaga tersebut harus berasal dari Amerika Serikat). Misalnya, kita penerima beasiswa Fulbright, maka lembaga yang akan mengeluarkan DS-2019 adalah IIE (Institute of International Education) yang berkantor pusat di New York selaku operator beasiswa Fulbright.  Atau bisa juga DS-2019 ini diterbitkan oleh kampus jika lembaga pemberi beasiswa kita bukan dari Amerika Serikat, seperti LPDP. Sedangkan formulir pendaftaran Visa-F1 disebut dengan I-20. Lembaga yang menerbitkan formulir ini adalah kampus yang kita tuju.

Bagaimana memperoleh kedua formulir tersebut? Sekitar dua bulan sebelum perkuliahan dimulai, kampus atau lembaga pemberi beasiswa akan meminta kita untuk mengisi aplikasi permohonan formulir (DS-2019 atau I-20). Biasanya kuliah mulai Agustus, maka kita akan mengisi aplikasi ini sekitar bulan Mei atau Juni. Apa saja yang harus disiapkan? Yang harus disiapkan untuk aplikasi permohonan formulir ini adalah Paspor dan bukti keuangan. Jika kita penerima beasiswa LPDP, anda akan diberi surat bernama Letter of Sponsorhsip (LoS) yang isinya menegaskan bahwa LPDP akan menanggung semua biaya kuliah kita. Kita tidak perlu menyediakan surat bukti kemampuan membiayai kuliah jika kita berstatus penerima beasiswa Fulbright atau USAID. Butuh sekitar tiga pekan untuk proses penerbitan formulir Visa ini. Dan formulir Visa akan dikirim ke alamat kita lewat Pos, karena formulir ini harus diajukan ketika daftar Visa dalam bentuk asli dengan tandatangan basah. Setelah formulir ini diterima, baru dimulai proses aplikasi Visa.

Kedua, Visa-J1 harus diperbaharui tiap tahun karena masa berlakunya hanya satu tahun (yang diperbaharui adalah masa berlaku DS-2019); sedangkan Visa-F1 memiliki masa berlaku sesuai dengan periode perkuliahan kita.

Ketiga, perbedaan paling utama antara Visa J1 dan Visa F1 adalah pada Visa-J1, terdapat regulasi yang disebut dengan 212(e) Two Years Home Residency Requirement, yakni pemegang Visa-J1 harus kembali ke negara asal dan tinggal menetap selama minimal dua tahun sebelum boleh kembali ke Amerika Serikat untuk mendaftar Visa lagi. Ketentuan ini tidak berlaku untuk pemegang Visa-F1.

Ada kekeliruan pemahaman tentang aturan 212(e) ini. Dulu ketika pertama kali ke Amerika Serikat, saya sering “ditakut-takutin” oleh sponsor saya bahwa sebelum dua tahun saya tidak boleh ke Amerika Serikat lagi untuk kuliah. Ternyata itu keliru. Pemegang Visa-J1 harus kembali ke negara asal dan menetap disana selama minimal dua tahun itu hanya berlaku jika pemegang Visa tersebut ingin kembali ke Amerika Serikat untuk tujuan selain belajar. Jadi, pemegang Visa-J1 tidak boleh mendaftar Visa ke Amerika Serikat untuk jenis Visa Imigran seperti Visa H dan L (Visa untuk bekerja dan menjadi permanent resident). Namun, tetap boleh kembali ke Amerika Serikat meski belum dua tahun, jika tujuannya untuk belajar, yakni dengan menggunakan Visa-J1 lagi atau Visa-F1.

Isteri saya, tahun 2013-2014 memperoleh beasiswa dari Fulbright ke Columbia University, NY, dan saat itu dia memperoleh Visa-J1. Dan sebagai pemegang Visa-J1. dia terkena ketentuan 212(e) tersebut. Namun, dia masih bisa kembali untuk mendaftar Visa-J ke Amerika Serikat untuk menemani saya selama studi padahal menurut ketentuan, dia masih belum memenuhi masa dua tahun tinggal di Indonesia. Jadi, jika kita memegang Visa-J1, kita masih bisa kembali ke Amerika Serikat meski belum dua tahun tinggal di Indonesia dengan catatan kembali untuk tujuan belajar, yakni mendaftar Visa J atau F.

Keempat, perbedaan berikutnya antara Visa J1 dan Visa-F1 adalah jika kita memegang Visa-J1, maka dependents kita (Suami/Isteri dan Anak) akan memperoleh Visa-J2 sedangkan jika memegang Visa-F1, maka dependents kita akan memperoleh Visa-F2. Ada perbedaan penting disini. Pemegang Visa-J2 diperbolehkan untuk bekerja dan sekolah. Sedangkan pemegang Visa-F2 sama sekali dilarang untuk bekerja ataupun sekolah.

Ini adalah alasan utama saya kenapa saya memilih Visa-J1, karena supaya isteri saya memperoleh Visa-J2 dan dia diperbolehkan untuk mengajukan ijin kerja dan ketika ada peluang untuk sekolahpun, dia tidak perlu merubah status Visa menjadi J1.

Saya penerima beasiswa LPDP, Visa mana yang harus saya pilih? Penerima beasiswa LPDP diperbolehkan untuk memilih Visa-J1 atau Visa-F1. Jika anda punya rencana untuk mencari kerja di Amerika Serikat setelah lulus kuliah, maka sangat dianjurkan untuk memilih Visa-F1, karena kalau J1, anda harus kembali ke Indonesia dan menetap selama minimal dua tahun untuk bisa eligible mendaftar Visa kerja (Visa-L dan Visa-H).

Dokumen yang harus disiapkan untuk mendaftar Visa bisa dipelajari di tautan yang saya sediakan di atas. Ada beberapa dokumen tambahan seperti Kartu Keluarga, Buku Nikah, bahkan Ijazah S1 harus disediakan. Tapi ini sifatnya case-by-case, artinya tidak semua orang mengalami ini. Saya termasuk orang yang tidak mengalami keharusan menunjukan dokumen-dokumen tersebut. Meskipun begitu, untuk berjaga-jaga, disiapkan saja. Bahkan ketika wawnacara Visa, saya hanya ditanya satu pertanyaan, What program are you in? dan wawancara selesai kurang dari dua menit.

Berikut adalah tautan lain tentang Visa ke Amerika Serikat: USA Vissa

Terima kasih. Selamat berjuang!

Disclaimer:

THIS BLOG claims no credit for any images posted on this site unless otherwise noted. Images on this blog are copyright to its respectful owners. If there is an image appearing on this blog that belongs to you and do not wish for it appear on this site, please E-mail with a link to said image and it will be promptly removed.

 

Advertisements

5 Comments

  1. latifabdul596 says:

    Wah informasinya sangat mendetail sekali. Nah kan kalau apply visa ke Australia atau Inggris kita harus bebas TBC di RS tertentu dan harus membawa sertifikat IELTS. Apakah untuk apply visa Amerika harus menggunakan surat bebas TBC dan TOEFL IBT. Terima kasih. Mohon penjelasanya.

    Like

  2. usepsyarip says:

    Saya pernah kena TB tahun 2003 dan dinyatakan sembuh tahun 2004. Ketika lima tahun kemudian saya dapat beasiswa S2 ke Amerika, saya khawatir jika tidak bisa memperoleh Visa; nah, ketika saya harus menjalani medical test yg diminta oleh USAID selaku pemberi beasiswa, hasil X-Ray menunjukan emang saya pernah TB, dan bekas TB ini tidak akan hilang, tpi status saya sudah sembuh, dan Alhamdulilah bisa dapat Visa. Ketika tiba di Univ. of Arkansas, semua mahasiswa dari Asia wajib test TB dan hasil tes saya sama seperti hasil tes waktu di Indonesia; saya takut jika saya akan dideportasi. Tapi, pihak rumah sakit kampus menegaskan bahwa saya harus tes ulang, dan meski hasilnya positif sekalipun, saya tidak akan dideportasi, tapi akan diobati hingga sembuh. Dan hasil tes saya tetap negative TB. Tahun 2015 kemarin, saya mengurus sendiri pengajuan Visa; sama sekali tidak diminta untuk melakukan tes kesehatan atau melampirkan dokumen hasil tes kesehatan. Dan ketika tiba di Penn State University pun, saya tidak diminta untuk tes. Tapi, untuk jaga-jaga, sekitar 3 bulan sebelum apply Visa, saya melakukan tes komprehensif paru2 saya di sebuah rumah sakit internasional di Jakarta guna memastikan saya bersih dan saya punya dokumen pendukung jika dibutuhkan. Dan kedutaan Amerika tidak pernah meminta saya menunjukan dokumen tersebut.

    Seingat saya, saya tidak diminta TOEFL iBT, tapi mengambil tes TOEFL ini sudah pasti keharusan karena formulir aplikasi Visa hanya akan kampus kirimkan ke mahasiswa yg sudah berstatus diterima penuh, unconditional LoA, artinya sudah memenuhi semua persyaratan; bukankah TOEFL iBT salah satu persyaratan daftar kuliah?

    Like

  3. latifabdul596 says:

    Terima kasih atas penjelasanya yang sangat komprehensif. Alhamdulillah kalau tidak diharuskan menunjukkan score TOEFL. Soalnya ada beberapa kampus di USA yang memperbolehkan IELTS. Sekali lagi terima kasih banyak atas informasinya. Semoga study nya mang usep lancar serta anak dan istrinya selalu diberi keselamatan.

    Like

  4. Susi says:

    Hallo.boleh mohon info bagaimana caranya utk tetap menetap di USA secara legal,setelah lulus dr amerika,saat ini sy pemegang visa F1 ( baru selesai College saat ini ),

    Like

    • usepsyarip says:

      Kalau Mbk sekarang sekolah di US, maka tempat yang tepat untuk bertanya tentang ini adalah international office kampus tempat Mbk Sekolah. Saya kurang paham tentang Visa imigrant. Saya hanya sedikit paham tentang Visa pelajar (J1 dan F1).

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: