Mang Usep Ngalalana

Home » 2015 » December

Monthly Archives: December 2015

Teacher Inquiry Series: Pengantar

2008-11-15_0705

Picture by: georgetowncollege.edu

Teacher Inquiry atau Teacher Doing Research merupakan salah satu strategi Teacher Professional Development yang saat ini banyak dijalankan di negara-negara maju. Saya sudah menasbihkan diri saya untuk memfokuskan penelitian saya pada bidang pendidikan guru dengan meliputi aspek seperti preservice teacher education, inservice teacher education, dan kemitraan antara kampus dengan sekolah dalam pendidikan guru. Saya akan menulis artikel tentang isu-isu pada bidang tersebut. Untuk artikel yang pertama ini, saya akan mengulas sedikit tentang  Teacher Inquiry. Artikel ini nantinya akan ditindaklanjuti dengan artikel-artikel lain guna mengulas lebih mendalam tentang Teacher Inquiry serta mencoba untuk merefleksikan dan mencari celah dimana letak kesesuaian Teacher Inquiry pada konteks pendidikan di Indonesia.

(more…)

Advertisements

2015 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2015 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

A San Francisco cable car holds 60 people. This blog was viewed about 760 times in 2015. If it were a cable car, it would take about 13 trips to carry that many people.

Click here to see the complete report.

Gue mah Begitu Orangnya

Cecep, Deden, dan Udin, asyik berdebat, ngarahul (ngebual), tentang siapa yang paling hebat dalam urusan Move on:

Cecep, “Eh, tahu gak, bulan kemarin, mantan pacar gue, yang baru putus dua bulan kemarin, nikah. Gue dateng Men, ke nikahannya, ikut nyumbangin dua lagu. Gue mah gitu orangnya.”

Deden, “Ah gitu gak seberapa, mantan pacar gue ngundang ke nikahan dia, gue ikut nyebarin undangannya, Men. Gue mah gitu orangnya.”

Udin, “Diem loe pade, lewat loe semua, mantan gue, baru putus bulan kemarin, nikah. Gue datang Men, jadi penghulunya. Cuman gue yang gitu orangnya.”

 

Belajar dari Ksatria Baja Hitam dan Power Rangers

Picture: KeepCalmAndPosters.com

Picture: KeepCalmAndPosters.com

Masa kecil saya termasuk beruntung karena hiburan di televisi masih cukup sehat, mendidik, dan menghibur. Biasanya saya numpang menonton televisi di rumah tetangga karena di rumah sendiri tidak ada televisi. Itu pun televisi di rumah tetangga masih hitam putih. Diantara sekian banyak acara televisi di hari Minggu, ada dua yang hampir selalu saya tonton, yakni Ksatria Baja Hitam dan Power Rangers. Ksatria Baja Hitam adalah sebuah cerita Superhero dari Jepang yang mengisahkan seorang pemuda bernama Kotaro Minami yang berjuang melindungi masyarakat dari ancaman monster anak buah Gorgom. Sementara itu, kisah Power Rangers kurang lebih sama, diadaptasi dari sebuah cerita Superhero Jepang, yang menceritakan tentang sekelompok remaja yang dengan kekuatan hebat yang mereka miliki, bertarung melindungi masyarakat dari serangan monster makhluk asing. Saat kecil, saya memahami kisah kedua film aksi anak-anak tersebut hanya dalam tataran hiburan belaka. Sekarang, ketika saya menyaksikan kembali episode film-film tersebut di Youtube, saya tersadarkan satu hal bahwa kedua kisah tersebut memberikan satu pelajaran yang berharga tentang perubahan. Para jagoan itu, supaya mampu mengalahkan para monster yang hebat dan ganas, harus melakukan perubahan hingga mereka memiliki kekuatan lebih. Ada dua nilai yang bisa dipelajari dari kedua kisah fiksi itu, yakni perubahan dan kerjasama.

(more…)

Lini Masa Seorang Pembelajar: Dulu, Kini, dan Selamanya

Photo: Keepcalmposters

Photo: Keepcalmposters

Saya menjalani hidup saya dalam sebuah siklus: I live, I learn, and I change, terus sepertu itu berulang-ulang. Saya menjadi pembelajar sejak saya dilahirkan hingga akhir menutup hayat. Seperti yang Tuhan saya perintahkan. Berikut ini adalah Lini Masa atau Timeline yang saya lalui selama saya menjadi pembelajar.

1985-1991: Saya menjalani tahap pertama perjalanan saya sebagai seorang pembelajar. Disini, di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tegal Batu, sebuah sekolah kampung di pelosok ujung timur Kabupaten Bogor. Saya tidak memulainya dari TK atau PAUD seperti umumnya anak-anak yang lain karena biaya sekolah TK atau PAUD terlalu mahal untuk dijangkau orang tua saya; selain itu, hanya ada satu TK-PAUD saat itu dan lokasinya di Ibu Kota Kecamatan, terlalu jauh untuk dijangkau.  Meski begitu, saya boleh berbangga karena saya tidak pernah turun ke ranking dua sekalipun selama enam tahun belajar di sekolah tersebut.

(more…)

PPL Model PDS di Penn State: Bagaimana Guru Masa Depan Dipersiapkan

Praktik Pengenalan Lapangan Kependidikan atau lazim dikenal dengan istilah PPL merupakan komponen terpenting dalam proses pendidikan calon guru. PPL memberikan kesempatan kepada para calon guru untuk menerapkan semua konsep yang mereka pelajari di kelas selama perkuliahan melalui praktik mengajar di sekolah. Melalui kerjasama segitiga antara mahasiswa praktikan, guru pamong, dan dosen pembimbing, PPL memberikan kesempatan kepada mahasiswa calon guru untuk merasakan dan mengenali langsung kehidupan sekolah. Pada artikel ini, saya akan sedikit memperkenalkan seperti apa Pennsylvania State University, College of Education menjalankan program PPL. Sejak tahun 1980an, kampus-kampus keguruan di Amerika Serikat mulai menerapkan model pendidikan guru yang meniru model pendidikan dokter. Model pendidikan guru tersebut dinamakan Professional Development School (PDS). Program kemitraan antara kampus dengan sekolah dalam mendidik para guru masa depan. Salah satu alasan saya memilih Penn State adalah program PDS di kampus ini merupakan salah satu yang terbaik di Amerika Serikat.

(more…)

Berburu LoA untuk Studi di Luar Negeri

Photo credit: Penn State

Photo credit: Penn State

Bukti bahwa seseorang sudah diterima sebagai mahasiswa di sebuah universitas di Luar Negeri biasanya disebut dengan LoA (Letter of Acceptance atau Letter of Admission). Kalau di UK, Australia, atau Eropa, disebut juga dengan LoO (Letter of Offer). Biasanya, ada dua jenis LoA, yakni Conditional dan Unconditional LoA. Jika menerima LoA Unconditional, artinya kita diterima di kampus tersebut karena sudah memenuhi semua syarat yang ditentukan; namun jika universitas menawarkan LoA Conditional (Bersyarat), maka artinya masih ada persyaratan yang harus dipenuhi hingga kemudian diberi LoA Unconditional.

(more…)

Meriahnya UAS di Penn State

IMG_0341Dalam tradisi kampus di negara Paman Saya ini, Ujian Akhir Semester (UAS) dikenal dengan istilah Final Exam, atau cukup disebut dengan Final saja. Jadi, kalau ada orang berkata, Good luck for the finals, artinya bukan final pertandingan olahraga, tapi UAS. Jika di negara leluhur saya, sepekan menjelang UAS itu dinamakan minggu tenang. Entah apa maksud dari penamaan tersebut karena pada kenyataannya mahasiswa dan dosen sangat tidak tenang. Karena di Minggu tenang ini, mahasiswa justru gelisah dengan urusan administrasi pembayaran, tidak bayar, tidak boleh UAS; jadi mereka bukan gelisah dengan urusan siap atau tidak menjelang UAS. Sementara itu, dosen sibuk dengan menyiapkan soal ujian dan pimpinan jurusan sibuk dengan urusan penyusunan jadwal UAS. Jadi, sebenarnya, yang tenang itu siapa?

(more…)