Mang Usep Ngalalana

Home » Hirup-Hurip » Penting: Pertimbangkan Masak-masak sebelum Memilih Jalan Hidup sebagai Guru

Penting: Pertimbangkan Masak-masak sebelum Memilih Jalan Hidup sebagai Guru

stock-vector-cartoon-male-teacher-259220228Kepada rekan-rekan muda, khususnya adik-adik yang masih duduk di bangku SMA atau SMK, jika terlintas dibenak kalian rencana untuk memilih pekerjaan menjadi guru sebagai jalan hidup, maka pertimbangkan kembali secara matang; karena hal-hal berikut bisa menimpa kalian ketika nanti menjadi guru. Serius, ini bukan main-main. Penulisa Blog ini pernah menjadi guru selama lima tahun dan sampai sekarang pekerjaan saya tidak lepas dari menjalin hubungan dengan para guru dan calon guru.

  1. Guru itu gajinya kecil. Bagi kamu yang cowok, masalah gaji ini harus menjadi pertimbangan utama, serius! Karena kamu nanti akan menjadi kepala keluarga yang harus menghidupi anak isteri kamu. Tapi kan banyak guru yang hidupnya mencukupi, bisa punya mobil, memiliki rumah permanen. Baiklah, betul, sekarang banyak guru yang memiliki kehidupan lebih baik. Untuk guru PNS, mungkin iyah; meski gajinya kecil, dengan status PNS yang melekat pada dirinya, mereka bisa memperoleh bermacam kemudahan pendanaan dari bank … ­čśÇ Tapi untuk guru honorer? Hmm … saya pernah lima tahun jadi guru honorer dengan bayaran Rp. 150 ribu per bulan; plus Rp. 30 ribu upah sebagai pembimbing ekskul. Sementara pengeluaran tiap bulan untuk pulang pergi dari rumah ke sekolah paling sedikit Rp. 500 ribu. Jadi, kalau tujuannya materi, kamu keliru memilih hidup jadi guru.
  2. Nanti, ketika kamu jadi guru, bisa jadi kamu akan diminta untuk melengkapi berbagai berkas, yang sebagian besar tidak ada sangkut pautnya dengan tugas kamu sebagai guru di kelas. Hebohnya lagi, mengurus berkas-berkas tersebut bisa jadi tidak sekali, tapi berulang-ulang dalam satu tahun, untuk berkas yang sama. Parahnya, untuk melengkapi berkas itu, ada banyak meja yang harus dilewati. So, be prepared for it!
  3. Ini nih, jika suatu saat siswa kamu memperoleh prestasi belajar yang baik, maka yang dipuji-puji bukan  kamu, melainkan guru lesnya, kepala sekolahnya, bahkan gubernur, bupati, atau bahkan walikota. Tapi ketika prestasi siswa kamu jeblok, maka mulai dari ketua RT/RW, orang tua siswa, camat, bupati, walikota, gubernur, dan para politisi, termasuk artis, akan menunjuk hidung kamu dan menyalahkan kamu sebagai biang keladi jebloknya prestasi siswa; kamu siap?! Oh iyah, yang dimaksud prestasi disini adalah nilai ujian, dari mulai ulangan harian hinga ujian nasional. Kalau karakter mah, ah mereka gak peduli! Cukup retorika saja!
  4. Nanti, yah, kamu akan diminta untuk mengikuti berbagai macam kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat), seminar, workshop, dan sebagainya. Katanya sih itu untuk meningkatkan kemampuan profesionalitas kamu. Biasanya, yang menjadi pematerinya adalah Profesor atau Doktor, orang hebat, dari kampus terkenal. Biasanya dia akan berbicara dengan bahasa yang sangat hebat, banyak menggunakan istilah asing, masalah guru ngerti atau tidak, gak peduli; apakah materi yang disampaikan sesuai kebutuhan guru atau tidak, ah itu juga gak penting. Jadi, apa yang didapat dari kegiatan itu? Kamu akan mendapat softcopy PowerPoint, modul dan makalah, makanan bergizi, kalau Diklatnya di pusat, atau cukup Snack saja, kalau Diklatnya ditingkat lokal, poto selfie dengan Professor dan Doktor itu, sertifikat, dan sedikit pengganti ongkos jalan. Ilmu baru dapet gak? Bisa jadi, cuman kemungkinannya kecil.
  5. Di masyarakat, kamu akan dianggap sebagai simbol segala kebaikan. Jangan coba-coba berbuat salah. Karena harga sebuah kesalahan yang dilakukan oleh orang biasa, biasanya akan berlipat ganda penghakimannya dari masyarakat, jika yang melakukannya guru; guru kok gitu sih? masa guru seperti itu? guru kencing berdiri, murid kencing berlari? Gimana muridnya, gurunya aja seperti itu? dan ungkapan-ungkapan sejenisnya.
  6. ┬áSering menjadikan guru sebagai bahan olok-olok? ­čśÇ Naah, siap-siap … hal yang sama akan terjadi sama kamu. Jangan heran jika ada murid yang menjadikan anda bahan olok-olok.
  7. Bagi anak cowok, siap-siap menerima tatapan sinis orang tua pacar ketika kamu berkunjung ke rumahnya, dan mereka tahu bahwa kamu hanyalah seorang guru honorer! Tatapan kagum, sebaliknya, akan kamu peroleh jika kamu berstatus PNS; ingat … PNS itu menantu idaman … !!!
  8. Guru akan selalu melihat ke jendela, ke luar, dan menatap ke cermin, secara bergantian. Iyah, melihat ke luar melalui jendela, ketika siswa anda berhasil, anda melihat keluar, ke orang-orang lain: “oh siswa saya memang rajin”, “orang tua siswa saya sangat perhatian”, “Siswa saya sering ikut les di luar”, dan sebagainya. Ketika siswa anda berhasil, maka kamu akan merasa bangga, bukan bangga karena merasa hebat dalam mengajar mereka, tapi bangga bahwa siswa kamu sesungguhnya yang hebat. Tapi, ketika siswa kamu jeblok, maka kamu akan segera menatap ke cermin dan berkata, “harus bagaimana yah saya mengajari mereka supaya paham?”.
  9. Tapi … ada satu kenikmatan yang tak terhingga yang akan kamu rasakan, yakni ketika kamu tahu siswa kamu berhasil. Ketika ada siswa berkata dengan mata berbinar, “Ohh begitu yah Pak/Bu? jadi harus seperti ini yah Pak/Bu? … dsb.

Bagaimana? masih ingin menjadi guru? Sudah siap?

 

Disclaimer:

THIS BLOG claims no credit for any images posted on this site unless otherwise noted. Images on this blog are copyright to its respectful owners. If there is an image appearing on this blog that belongs to you and do not wish for it appear on this site, please E-mail with a link to said image and it will be promptly removed.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: