Mang Usep Ngalalana

Home » 2015 » November

Monthly Archives: November 2015

Empowering Lecturers and Teachers through Partnership

stock-photo-laptop-keyboard-and-pencil-and-glasses-111057107In an article entitled Synthesizing Theories and Practice: Praxis for Professors, published at NEA Higher Education Journal in 1995, Patricia Helps and Patricia Ryan, Professor of Education from University of Central Arkansas and Oberlin College, Ohio, tell a story about two well-educated princesses who live in an Ivory tower. Every day, farmers visit the princesses to learn new knowledge about farming.

Although the two princesses read a lot and attend a numerous meetings intended to improve their knowledge and skills in farming, they still feel that those activities could not satisfy their eagerness of new knowledge and skills. Therefore, with the purpose to refresh their farming knowledge and gain new skills, they finally decide to go to the field and work with the farmers.

(more…)

Tiga Hal yang Hilang dalam Pendidikan Guru di Indonesia

stock-vector-vector-education-school-university-e-learning-concept-with-computer-245339470Tulisan ini merupakan refleksi dari salah satu topik diskusi pada mata kuliah Designing Staff Development Program yang saya ambil semester ini. Bahasan utama mata kuliah tersebut adalah bagaimana membangun sebuah Professional Development Program yang mendorong guru untuk selalu belajar untuk meningkatkan kemampuan baik personal maupun profesional sehingga berdampak pada meningkatnya kualitas proses belajar mengajar.  Tujuan utamanya tentu saja meningkatkan hasil prestasi belajar siswa. Untuk selalu meningkatkan kemampuan diri, guru harus menyeimbangkan antara dua kewaiban, yakni mengajar dan belajar.  Cara terbaik untuk belajar adalah mengajar, dengan catatan, setiap tindakan dan pengalaman dalam mengajar dijadikan bahan refleksi, “ber-tafakur“, mengukur apa yang sudah berjalan dengan baik, apa yang belum berjalan dengan baik, kenapa, dan bagaimana selanjutnya.  Usaha untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini merupakan sebuah proses belajar yang dilakukan oleh guru. Proses ini dinamakan Inquiry atau disebut dengan istilah lain sebagai Teaching as Inquiry. Lebih detil tentang Inquiry ini akan saya bahas pada postingan yang lain.

(more…)

Penting: Pertimbangkan Masak-masak sebelum Memilih Jalan Hidup sebagai Guru

stock-vector-cartoon-male-teacher-259220228Kepada rekan-rekan muda, khususnya adik-adik yang masih duduk di bangku SMA atau SMK, jika terlintas dibenak kalian rencana untuk memilih pekerjaan menjadi guru sebagai jalan hidup, maka pertimbangkan kembali secara matang; karena hal-hal berikut bisa menimpa kalian ketika nanti menjadi guru. Serius, ini bukan main-main. Penulisa Blog ini pernah menjadi guru selama lima tahun dan sampai sekarang pekerjaan saya tidak lepas dari menjalin hubungan dengan para guru dan calon guru.

(more…)

Globally Connected, Locally Engaged

stock-photo-46930944-blackboard-in-a-bright-wooden-frame-saying-back-to-schoolIn the last few years, the number of international conferences focusing on the education field has increased significantly in Indonesia, especially in English education. There is also a rising awareness among Indonesian academics, that there is a need to present their works to an international forum.

The trend indicates that internationally branded conferences are now organized, not just by well-established public universities in big cities such as the Indonesia University of Education (UPI) in Bandung and State University of Malang (UM), but also by medium-sized public and private universities in smaller cities.
(more…)

Praxis: Proses dimana Guru dan Dosen Saling Menguatkan

stock-photo-16295986-ivory-tower-of-fatehpur-sikriDi suatu masa, terdapat dua kerajaan dimana hiduplah dua orang puteri yang cantic dan cerdas bernama Thea dan Laticia.  Mereka masing-masing tinggal di sebuah Menara Gading yang indah.  Setiap hari, para petani selalu datang menemui puteri tersebut untuk mendengarkan pituah tentang bagaimana bercocok tanam. Kedua puteri tersebut sangat pandai akan pengetahuan bercocok tanam seperti tentang hama, kualitas tanah, ataupun cuaca.

Thea dan Laticia secara rutin menghadiri berbagai pertemuan di lingkungan kerajaan dengan tujuan untuk terus memperbaharui pengetahuannya. Namun, mereka sering merasa bahwa semua pertemuan tersebut hanyalah kegiatan rutin yang tak memiliki dampak signifikan terhadap pengetahuan mereka.  Mereka ingin kembali kotor dengan tanah.

(more…)