Mang Usep Ngalalana

Home » Nyakola-Academia » Bergaul Global, Bertindak Lokal dalam Pendidikan Guru

Bergaul Global, Bertindak Lokal dalam Pendidikan Guru

stock-photo-16406651-lighthouse-at-nightAkhir-akhir ini semakin banyak seminar internasional, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Inggris, diselenggarakan oleh kampus-kampus di Indonesia.  Bukan hanya di kampus negeri yang mapan seperti UPI atau UM Malang, tapi juga kampus-kampus swasta di kota-kota kecil.  Umumnya, seminar tersebut mengundang tokoh-tokoh terkemuka dalam bidang pembelajaran Bahasa Inggris sebagai pembicara utama dan biasanya mereka berasal dari negara yang selama ini menjadi rujukan utama pembelajaran Bahasa Inggris seperti Inggris, Australia, dan Amerika Serikat; atau dari negara tetangga sekitar Asean seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Philipina.  Selain menampilkan pembicara utama, seminar internasional juga menyediakan forum bagi para pelaku pendidikan Bahasa Inggris untuk menyampaikan hasil penelitian mereka dan saling bertukar ide dan gagasan.  Umumnya penyaji materi pada seminar internasional tersebut adalah dosen dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi, namun banyak juga dari kalangan pendidik seperti guru sekolah dan instruktur kursus bahasa Inggris.

Tentu saja hal ini merupakan pertanda baik dimana insan akademik di Indonesia semakin banyak bergaul dengan kolega ditingkat global.  Bagi para dosen dan guru, kesempatan menghadiri atau bahkan menyajikan materi di sebuah seminar internasional jelas memberikan manfaat yang besar, selain kebanggan tentunya.  Melalui forum tersebut, dosen dan guru memperoleh kesempatan untuk membangun jejaring profesional untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang pembelajaran Bahasa Inggris. Bagi dosen, menjadi penyaji di seminar internasional tentu merupakan sebuah kebanggan sekaligus sarana untuk professional development.  Aturan Dikti memberikan angka yang signifikan untuk menambah Kum kenaikan Jabatang Fungsional (Jafung).  Sementara bagi perguruan tinggi penyelenggara, menjadi tuan rumah seminar internasional merupakan sebuah bukti akan kemapanan kampus untuk bisa berbicara banyak dikancah akademik baik ditingkat regional maupun global.

Lalu muncul pertanyaan, seperti apa dampak dari penyelenggaraan seminar internasional terhadap peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah? terhadap peningkatan kualitas guru? dan terhadap peningkatan kualitas para calon guru di kampus keguruan? Apa manfaat langsung dari seminar-seminar internasional tersebut terhadap peningkatan kualitas guru dan pendidikan calon guru di Indonesia? Seperti umumnya kita ketahui, seminar internasional biasanya diselenggarakan di hotel mewah atau Conference Hall yang mapan dengan biaya pendaftaran yang cukup mahal, biasanya mencapai ratusan ribu, bahkan jutaan, jika ditambah dengan biaya akomodasi dan transportasi.  Berapa banyak guru yang mampu membayar biaya untuk menghadiri seminar tersebut? Berapa banyak mahasiswa keguruan yang mampu membiayai diri sendiri untuk hadir pada seminar tersebut? Untuk kalangan mahasiswa keguruan, selain kesadaran untuk meningkatkan kemampuan melalui menghadiri seminar yang masih rendah, jangankan bayar, seminar gratis saja mereka kadang susah untuk datang, apalagi harus bayar.  Biaya untuk menghadiri seminar internasional kadang sangat menguras isi kantong mahasiswa.  Hal yang sama juga terjadi di kalangan para guru. Saya yakin tidak semua berpandangan seperti ini, namun, masih banyak guru yang memiliki kesadaran rendah akan pentingnya menghadiri kegiatan seminar atau konferensi, selain sebagai forum untuk membangun jejaring, juga menjadi sarana yang tepat untuk pengembangan diri. (Perlu riset lebih mendalam tentang ini).

Oleh karena itu, selain seminar berskala internasional dengan segala kemewahannya, kita juga perlu menyelenggarakan seminar berskala lokal yang membahas masalah-masalah aktual ditingkat lokal. Semuanya harus diawali dengan kesediaan dosen untuk turun ke lapangan menemui para guru di sekolah. Alangkah baiknya jika para dosen turun ke lapangan, ke sekolah, menggandeng para guru untuk memecahkan masalah pengajaran yang mereka temui sehari-hari di sekolah. Bentuk kerjasamanya bisa beragam: bisa kerjasama penelitian, pengembangan bahan ajar, atau yang lainnya. Tidak perlu dalam skala besar, cukup, misalnya, tiap dosen bermitra dengan satu guru di satu sekolah untuk mengadakan penelitian dengan tujuan mencari solusi yang dihadapi guru dalam pembelajaran di sekolah.  Kemudian, kampus, mengundag guru-guru dari sekolah di sekitar kampus untuk hadir pada sebuah seminar lokal.  Melalui seminar dalam skala kecil dan lokal ini, guru dan dosen berbagi pengalaman, cerita, masalah, dan solusi atas masalah yang mereka hadapi. Berbagi metode mengajar terbaru, berbagi bahan ajar dan sumber ajar terkini.

USAID dan OECD dalam laporan penelitiannya menyebutkan bahwa salah satu masalah dalam pendidikan keguruan di Indonesia adalah terlalu besarnya kesenjangan antara teori dan praktik; antara apa yang diajarkan di kampus keguruan dengan realitas praktis yang ada di lapangan di sekolah. Oleh karena itu, salah satu solusi untuk mengurangi kesenjangan tersebut adalah dengan mendorong semakin intensifnya kemitraan antara kampus dengan sekolah, antara dosen dengan guru.  Bagi dosen, turun ke lapangan dan bekerjasama dengan guru, selain membangun jejairng, menambah angka Kum untuk kenaikan Jafung dalam bentuk pengabdian masyarakat, juga untuk menyegarkan kembali pengetahuan akan pengajaran.  Pengalaman berinteraksi langsung dengan para guru dan dunia sekolah kemudian dibawa ke kampus dan digunakan sebagai dasar penyusunan program pembelajaran dan dibagi dengan mahasiswa. Sementara bagi guru, bermitra dengan dosen seperti memiliki seorang mentor, seseorang yang mau mengobservasi dan memberikan masukan akan inovasi-inovasi dalam pembelajaran.  Ketika dosen dan guru bermitra melakukan penelitian, pengembangan bahan ajar, atau mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi di kelas, saat itu, kedua belah pihak sedang saling menguatkan dan memberikan penyegaran akan keterampilan dan pengetahuan masing-masing.

Seminar berskala internasional memang penting sebagai bukti bahwa Indonesia bisa berkecimpung aktif di kancah global. Namun, seminar berskala lokal juga tidak kalah pentingnya.  Jangan sampai seminar berskala internasional menjadi seperti mercusuar, nampak jelas dari kejauhan, memberi tanda bagi mereka yang jauh, namun tak mampu menerangi lingkungan sekelilingnya.  Jika ini terjadi, maka seminar ditingkat lokal akan menjadi seperti lilin-lilin kecil yang memberi terang pada kegelapan di bawah mercusuar tersebut. Karena tidak ada embel-embel “inetrnasional”-nya, seminar lokal mungkin tidak nampak keren, tidak membanggakan; gaungnya mungkin tidak akan terdengar hingga manca negara, bahkan terdengar sampai keluar kecamatan saja sudah Alhamdulilah. Namun, karena membahas masalah-masalah aktual ditingkat lokal, maka seminar kecil ini tentu akan memberikan manfaat yang lebih cepat dan langsung terasa.

Para dosen dan peneliti di kampus, menjadi penyaji di seminar internasional jelas sebuah kebanggan, prestige, lalu, apa setelah seminar internasional itu selesai? Tentunya, kita tidak ingin bahwa penelitian dan makalah yang dosen tulis hanya berkahir menjadi materi proceeding seminar atau jurnal belaka tanpa ada dampak langsung terhadap penyelesaian masalah ditingkat lokal.  Oleh karena itu, berpikir dan berkecimpung secara global melalui berbagai forum seminar dan konferensi memang harus, tapi juga jangan lupakan untuk bertindak ditataran lokal.

Wallahu’alam …

Disclaimer:

THIS BLOG claims no credit for any images posted on this site unless otherwise noted. Images on this blog are copyright to its respectful owners. If there is an image appearing on this blog that belongs to you and do not wish for it appear on this site, please E-mail with a link to said image and it will be promptly removed.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: