Mang Usep Ngalalana

Home » 2015 » October

Monthly Archives: October 2015

Tearing Down the Thick-sided yet Transparent Wall

avila-walls-illuminated-at-night_wjiysofgr__S0000

Courtesy: stockphotosforfree.com

University and School are supposed to be a “lovely” partner in educating high quality future teachers.  Universities as Teacher Education Institutions (TEIs) lie right in the heart of an education system. They train, prepare, educate, and distribute future teachers to schools.  However, the relationship between the two institutions is not like a producer-consumer model in which one of them is subordinate to the other.  Rather, both institutions are producers and consumers at the same time.  TEIs, using many different “means of production” such as raw materials-students, lecturers, curriculum, and physical facilities, produce high quality products called teachers; then they distribute their products to schools as their consumers which are at the same time also acting as producers of high quality future citizens. And the quality of future citizens depends upon the process of production called teaching and learning in schools. Only high quality teachers can deliver high quality teaching and learning process; these high quality teachers are the products of high quality production processes in TEIs system.  Thus, the relationship between TEIs and schools is not complementary, rather, dialectical.  In other words, schools need TEIs to provide them with high quality teachers, and TEIs need schools to inform them about the performance of the teachers they produce.  Using that information, TEIs then make improvement on their “production” process. This dialectical relationship keeps continues with no ends.  (more…)

Advertisements

Merpati Takkan Pernah Ingkar Janji

USEP + LIA

Dalam proses pernikahan adat Sunda, terdapat satu tahapan yang disebut dengan Ngaleupaskeun Japati atau Melepas Merpati. Pada tahapan proses ini, Ibunda kedua mempelai berjalan ke luar rumah sambil membawa sepasang merpati. Ibunda mempelai pria membawa merpati jantan, sementara Ibunda mempelai wanita membawa merpati betina, yang kemudian dilepaskan bersamaan di halaman rumah.  Prosesi ini mengandung makna bahwa peran orang tua sudah selesai karena kedua anak mereka sudah memiliki kehidupan baru.  Ada yang menarik pada pernikahan kami dulu ketika Ibunda kami menjalani proses melepas merpati, salah satu merpati, entah yang jantan atau betina, tidak langsung terbang menjauh, melainkan menclok sejenak di atas genting rumah kami, baru beberapa saat kemudian terbang menyusul merpati yang satu lagi.

(more…)

Restu Ibuku dan Beasiswaku

stock-illustration-22573433-motherhood“Aing mah rek kapok sakola teh engke mun geus lulus S3” (Saya mah akan kapok sekolah nanti setelah lulus S3). Iya, saya juga sama, saya hanya akan kapok sekolah setelah selesai S3 saya. Kapok sekolah lokh, bukan kapok belajar. Sekolah ada batasnya, SD sampai S3, sedangkan belajar itu dari sejak lahir hingga masuk ke liang lahat. Namun, karena sekolah itu butuh biaya yang tidak sedikit, maka satu-satunya jalan bagi saya adalah melamar beasiswa.  Setelah menyelesaikan program S2 saya di Arkansas pada tahun 2011, rencana saya adalah menikah terus kemudian melanjutkana sekolah S3 melalui beasiswa.

(more…)

Bergaul Global, Bertindak Lokal dalam Pendidikan Guru

stock-photo-16406651-lighthouse-at-nightAkhir-akhir ini semakin banyak seminar internasional, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Inggris, diselenggarakan oleh kampus-kampus di Indonesia.  Bukan hanya di kampus negeri yang mapan seperti UPI atau UM Malang, tapi juga kampus-kampus swasta di kota-kota kecil.  Umumnya, seminar tersebut mengundang tokoh-tokoh terkemuka dalam bidang pembelajaran Bahasa Inggris sebagai pembicara utama dan biasanya mereka berasal dari negara yang selama ini menjadi rujukan utama pembelajaran Bahasa Inggris seperti Inggris, Australia, dan Amerika Serikat; atau dari negara tetangga sekitar Asean seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Philipina.  Selain menampilkan pembicara utama, seminar internasional juga menyediakan forum bagi para pelaku pendidikan Bahasa Inggris untuk menyampaikan hasil penelitian mereka dan saling bertukar ide dan gagasan.  Umumnya penyaji materi pada seminar internasional tersebut adalah dosen dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi, namun banyak juga dari kalangan pendidik seperti guru sekolah dan instruktur kursus bahasa Inggris.

(more…)