Mang Usep Ngalalana
Follow Mang Usep Ngalalana on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 276 other followers

Usyaripu

#meraki #8monthsold #loudandvocal #alhamdulillah

Tentang Punya Anak sambil Menempuh Pendidikan S3 di Luar Negeri

Penn State Library

Kali ini saya ingin berbagi cerita singkat tentang pengalaman pertama memiliki anak sambil menjalani pendidikan S3 di Amerika Serikat. Sebenarnya ada banyak cerita “seru, tegang, dan fun” tentang pengalaman ini, tapi saya hanya akan fokus pada satu aspek saja, yakni tentang pembiayaan. Karena saya yakin jika urusan keuangan ini menjadi salah satu pertimbangan utama ketika memutuskan akan menempuh studi di luar negeri dan di saat yang bersamaan memiliki rencana untuk mempunyai momongan.Mudah-mudahan sekelumit cerita dari pengalaman saya ini bisa memberikan semacam preview bagi rekan-rekan yang kebetulan saat ini sedang galau harus memilih: menikah dulu, punya anak terus kemudian melanjutkan kuliah atau jika sudah menikah, harus memilih antara punya anak dulu baru kemdudian melanjutkan studi; atau, memilih menjalani keduanya secara berbarengan.

(more…)

Kenapa Ingin jadi Guru?

Photo by Wayne0216, downloaded from http://www.shutterstock.com/pic.mhtml?utm_medium=Affiliate&tpl=46297-54701&utm_source=46297&utm_campaign=Pavel%20Nemec&id=360912101&irgwc=1

Photo by Wayne0216, downloaded from http://www.shutterstock.com

Tahun ini saya kembali dilibatkan untuk menjadi anggota tim seleksi mahasiswa untuk program PDS (Professional Development School). PDS adalah model pendidikan guru yang meniru model pendidikan calon dokter dimana mahasiswa harus menjalani “clinical practice” dalam bentuk praktik mengajar selama satu tahun penuh di sekolah. Mahasiswa tingkat akhir di fakultas keguruan di Penn State diberi dua pilihan model praktik mengajar, yakni praktik mengajar tradisional, seperti layaknya yang praktik mengajar di kampus keguruan di Indonesia, mahasiswa mengajar di sekolah selama kurang lebih tiga bulan sampai satu semester. Pilihan yang kedua adalah mengikut program PDS, yakni melakukan praktik mengajar selama satu tahun ajaran penuh. Karena PDS ini memerlukan komitman tinggi mahasiswa praktikan, makanya dilakukan seleksi guna memilih mahasiswa mana saja yang layak untuk direkrut mengikuti program PDS. Lebih lanjut tentang PDS dapat dibaca pada postingan saya sebelumnya DISINI.

(more…)

Tentang Buku Tips-Trik Lolos Beasiswa Luar Negeri

Photo by aamu.edu

Photo by aamu.edu

Kuliah ke luar negeri merupakan dambaan banyak orang. Sayangnya tidak semua orang cukup beruntung dikaruniai rejeki berlebih sehingga bisa sekolah ke luar negeri. Untungnya, saat ini ada banyak program beasiswa menyediakan pendanaan untuk kuliah ke luar negeri. Setelah lulus S1, melanjutkan pendidikan ke jenjang Master atau Doktor, khususnya ke luar negeri, kini menjadi pilihan lain selain mencari pekerjaan atau berwiraswasta. Sehingga jumlah pencari beasiswa bisa jadi sama besarnya dengan jumlah pencari kerja. Bagi sebagian orang yang jeli melihat peluang, ini adalah kesempatan besar untuk meraup rupiah. Salah satunya dengan menerbitkan buku tips-trik lolos beasiswa ke luar negeri. Dengan marketing yang ciamik dan tagline yang menggoda seperti misalnya Jurus Jitu Lolos Beasiswa, bahkan ada yang mengklaim 100% bisa lolos beasiswa jika membaca buku itu, tak heran jika banyak orang tergiur untuk membelinya.  Pada tulisan ini saya akan sedikit mencari tahu isi salah satu buku tips-trik lolos beasiswa yang katanya bisa menjamin lolos beasiswa.

(more…)

Mitos Kuliah ke Luar Negeri lewat Beasiswa

Photo by aamu.eduMasih ingat dua tahun yang lalu, pada saat mengikuti seleksi beasiswa, yang Alhamdulilah saya berhasil memperolehnya sekarang, di ruang tunggu antrian untuk wawancara, saya berbincang dengan seorang pria peserta seleksi wawancara juga. Saya tanya beliau mau melanjutkan studi bidang apa? Kemana? Dengan meyakinkan beliau menjawab ingin melanjutkan studi S2 bidang TESOL ke Australia. Belum sempat saya bertanya apa alasannya, beliau langsung menjelaskan bahwa alasan utama memilih Australia karena disana mahasiswa bisa kerja sambil kuliah. Menurut beliau, kuliah ke luar negeri itu, khususnya Australia, adalah kesempatan bukan hanya untuk menambah ilmu dan wawasan, tapi juga “jalan pintas” untuk kaya. Beliau berujar bahwa dalam setahun kuliah di Australia, beliau harus bisa menabung setidaknya Rp. 1 M. Uangnya akan beliau pakai untuk modal usaha.

(more…)

Bisakah Kita Mengajarkan Apa yang Kita Tidak Ketahui?

Image by Shutterstock

Image by Shutterstock

Learning to teach should not be a process of “discovery learning” or “learning by doing”, but rather learning that intentional, deliberate, and goal directed by expert teacher educators who are skilled at moving teachers towards theoretically and pedagogically sound instructional practices and greater levels of professional expertise” (Johnson & Golombek, 2016).

Saya termasuk orang yang meyakini bahwa menjadi guru yang baik dapat dilakukan melalui proses “discovery learning” atau “learning by doing”; bahwa dengan semakin banyaknya pengalaman diraih, maka seiring berjalannya waktu, seseorang bisa menjadi guru yang handal. Keyakinan inilah yang memandu bagaimana saya mengajar mahasiswa saya di sebuah kampus keguruan.

(more…)

Teacher educators and student-directed learning

 Picture Copyright: Rawpixel.com

Picture Copyright: Rawpixel.com

As part of my learning journey, I would start posting a kind of annotated bibliography about topics that I am interested in. These posts may not look like an “actual” annotated bibliography as it is usually written by expert authors. They are just notes and a little review of the articles that I read. All the posts will be tagged under the category of “Annotated Bibliography”; so, if you are interested in reading it, you can click on the category, but I would say again that this is intended for my own personal learning.

(more…)

Reading Marathon

a681f1ce-5169-4b67-8f48-533f7c5d9095

Photo by Dept. of Comparative Literature

Setiap semester Fall, ada satu tradisi literasi keren yang diselenggarakan oleh Dept. of Comparative Literature, Penn State, yakni Reading Marathon. Dari namanya saja sudah bisa ditebak bahwa ini adalah kegiatan membaca secara beruntun, marathon. Uniknya, kegiatan membaca ini dilakukan secara marathon selama 24 jam. Acaranya sangat sederhana tapi sangat mendidik. Panitia memasang tenda besar di halaman Pattee-Paterno Library, didalmnya disediakan kursi-kursi bagi khalayak yang hadir menyimak materi yang dibacakan, serta satu buah podium lengkap dengan mini-sound system, tempat dimana orang akan membaca bahan bacaan.

(more…)

Memo 2: Researcher Identity

Photo by Wayne0216, downloaded from http://www.shutterstock.com/pic.mhtml?utm_medium=Affiliate&tpl=46297-54701&utm_source=46297&utm_campaign=Pavel%20Nemec&id=360912101&irgwc=1

Photo by Wayne0216, downloaded from http://www.shutterstock.com

My professors asked me to write a memo about researcher identity. This is one the weekly assignments in Introduction to Qualitative Research class. They asked the students to look back to their personal experiences and see how that experiences might influence their future endeavor in research. What prior experiences have the students had that are relevant to their topic or setting? What beliefs and assumptions about the students’ topic or setting have resulted from these experiences? What goals have emerged from these, or have otherwise become important for the students’ research? How have these experiences, assumptions, and goals shaped the students’ decision to choose the topic? So, here is my memo.

(more…)

Thinking Together and Conversational Learning as Soon-to-be Parents

One of the required books for Applied Linguistics Class: Communication in Second Language Classroom that I take this semester is Neil Mercer’s Words & Mind, How We Use Language to Think Together. Last week, the professor asked the students to read first three chapters (72 pages) and write a 150 to 300 words reflective essay about it. So the first three chapters of the book highlight the use of language to think together. The chapters put detail explanation about how people use language in a conversational learning to think together, how they lay foundations for the conversation to make sure that everyone involved in it has the same common ground, and how to connect prior, current, and anticipated knowledge that blend together in the thinking together process. The chapters have reminded me of the thinking together, the conversational process that me and my wife have in the last eight months.

(more…)

Obrolan dengan Profesor tentang Constraints (Hambatan): Benarkah Hambatan Selalu Buruk?

Photo: Chain of iron Ball attached to Foot by beeboys at shutterstock.com

Photo: Chain of iron Ball attached to Foot by beeboys at shutterstock.com

Suatu hari saya berbincang santai dengan professor sebelum perkuliahan dimulai. Professor saya ini merupakan pakar bidang kajian kebijakan publik, khususnya bidang pendidikan. Dari CVnya, saya mengetahui bahwa beliau merupakan sosok berpengaruh dalam lingkup kebijakan publik bidang pendidikan bukan hanya di Amerika Serikat, tapi juga di dunia. Saya tertarik belajar kualitatif riset bersama beliau semester ini karena alasan kepakarannya tersebut.

(more…)

Calendar

June 2017
M T W T F S S
« May    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Categories