Mang Usep Ngalalana
Follow Mang Usep Ngalalana on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 291 other followers

Advertisements

Tentang teacher educators – dosen kampus keguruan

Saat ini saya sedang mengerjakan penelitian disertasi tentang professional development untuk dosen kampus LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan), atau kampus keguruan. Ketertarikan terhadap topik professional development untuk para dosen LPTK ini berasal dari pengalaman pribadi dan profesional saya selama berkarir dibidang pendidikan sejak tahun 2004. Dalam sebuah sistem dimana menempuh pendidikan di LPTK merupakan pintu masuk utama untuk menjadi guru, seperti di Indonesia, maka peran yang LPTK mainkan dalam mendidik dan mempersiapkan guru berkualitas sangat signifikan. Bukan hanya itu peran penting yang LPTK mainkan, tapi juga “memproduksi” pengetahuan tentang belajar dan pembelajaran melalui riset yang dilakukan oleh dosen.

(more…)

Advertisements

Knowledge For, In, and Of Practice

Berikut ini saya akan merangkum tiga konsep teacher learning sebagaimana dikemukakan oleh Marilyn Cochran-Smith dan Susan Lytle dalam artikel mereka berjudul The relationship of knowledge and practice: teacher learning in communities, terbit tahun 1999 pada Review of Research in Education, Vol. 24. Dalam artikel tersebut, Cohran-Smith dan Lytle membagi pengetahuan guru dalam tiga kategori, yakni knowledge-for-practice, knowledge-in-practice, dan knowledge-of-practice. Berikut ulasan singkat ketiga jenis pengetahuan tersebut.

(more…)

Research University Vs. Teaching University

Ada dua jenis perguruan tinggi di Amerika Serikat: Research university dan teaching university. Sebagaiamana halnya di Indonesia, Universitas di Amerika Serikat juga mengemban tiga misi: pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat (teaching, research, and service). Dalam pelaksanaanya, kedua jenis Universitas di Amerika Serikat tersebut memiliki prioritas yang berbeda. Sesuai dengan namanya, research university lebih menekankan pada aspek knowledge production melalui riset. Komposisinya bisa 70% research, 20% teaching, dan 10% service. Sedangkan di teaching university, komposisi tersebut berubah menjadi 70% teaching, 20% research, dan 10% service. Merangkum dari berbagai sumber dan berdasarkan pengalaman pribadi, berikut ini adalah beberapa hal lain yang membedakan kedua jenis Universitas tersebut. Perlu dicatat bahwa perbedaan ini tidak bersifat mutlak – hitam-putih; tentu saja ada pengecualiannya.

(more…)

Tantangan Mendidik Guru yang Adaptif

Dalam literatur tentang pendidikan guru, LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan)  di banyak negara, selalu dikritisi atas ketidakmampuannya untuk mendidik dan mempersiapkan guru yang berkualitas. Kritik juga menyasar pada terlalu lebarnya kesenjangan antara teori yang diajarkan di LPTK dengan realitas yang ada di sekolah. LPTK juga dikritik karena terlalu menjaga jarak dengan sekolah. Di Indonesia, dalam laporan studi mereka tentang tentang pendidikan guru di LPTK negeri di seluruh Indonesia, USAID menemukan kondisi yang sama. Jika anda dosen pengajar mata kuliah Microteaching atau metode pembelajaran, dan anda membimbing mahasiswa PPL, anda akan dengan mudah melihat kesenjangan ini.

(more…)

Tentang Punya Anak sambil Menempuh Pendidikan S3 di Luar Negeri

Penn State Library

Kali ini saya ingin berbagi cerita singkat tentang pengalaman pertama memiliki anak sambil menjalani pendidikan S3 di Amerika Serikat. Sebenarnya ada banyak cerita “seru, tegang, dan fun” tentang pengalaman ini, tapi saya hanya akan fokus pada satu aspek saja, yakni tentang pembiayaan. Karena saya yakin jika urusan keuangan ini menjadi salah satu pertimbangan utama ketika memutuskan akan menempuh studi di luar negeri dan di saat yang bersamaan memiliki rencana untuk mempunyai momongan.Mudah-mudahan sekelumit cerita dari pengalaman saya ini bisa memberikan semacam preview bagi rekan-rekan yang kebetulan saat ini sedang galau harus memilih: menikah dulu, punya anak terus kemudian melanjutkan kuliah atau jika sudah menikah, harus memilih antara punya anak dulu baru kemdudian melanjutkan studi; atau, memilih menjalani keduanya secara berbarengan.

(more…)

Kenapa Ingin jadi Guru?

Photo by Wayne0216, downloaded from http://www.shutterstock.com/pic.mhtml?utm_medium=Affiliate&tpl=46297-54701&utm_source=46297&utm_campaign=Pavel%20Nemec&id=360912101&irgwc=1

Photo by Wayne0216, downloaded from http://www.shutterstock.com

Tahun ini saya kembali dilibatkan untuk menjadi anggota tim seleksi mahasiswa untuk program PDS (Professional Development School). PDS adalah model pendidikan guru yang meniru model pendidikan calon dokter dimana mahasiswa harus menjalani “clinical practice” dalam bentuk praktik mengajar selama satu tahun penuh di sekolah. Mahasiswa tingkat akhir di fakultas keguruan di Penn State diberi dua pilihan model praktik mengajar, yakni praktik mengajar tradisional, seperti layaknya yang praktik mengajar di kampus keguruan di Indonesia, mahasiswa mengajar di sekolah selama kurang lebih tiga bulan sampai satu semester. Pilihan yang kedua adalah mengikut program PDS, yakni melakukan praktik mengajar selama satu tahun ajaran penuh. Karena PDS ini memerlukan komitman tinggi mahasiswa praktikan, makanya dilakukan seleksi guna memilih mahasiswa mana saja yang layak untuk direkrut mengikuti program PDS. Lebih lanjut tentang PDS dapat dibaca pada postingan saya sebelumnya DISINI.

(more…)

Tentang Buku Tips-Trik Lolos Beasiswa Luar Negeri

Photo by aamu.edu

Photo by aamu.edu

Kuliah ke luar negeri merupakan dambaan banyak orang. Sayangnya tidak semua orang cukup beruntung dikaruniai rejeki berlebih sehingga bisa sekolah ke luar negeri. Untungnya, saat ini ada banyak program beasiswa menyediakan pendanaan untuk kuliah ke luar negeri. Setelah lulus S1, melanjutkan pendidikan ke jenjang Master atau Doktor, khususnya ke luar negeri, kini menjadi pilihan lain selain mencari pekerjaan atau berwiraswasta. Sehingga jumlah pencari beasiswa bisa jadi sama besarnya dengan jumlah pencari kerja. Bagi sebagian orang yang jeli melihat peluang, ini adalah kesempatan besar untuk meraup rupiah. Salah satunya dengan menerbitkan buku tips-trik lolos beasiswa ke luar negeri. Dengan marketing yang ciamik dan tagline yang menggoda seperti misalnya Jurus Jitu Lolos Beasiswa, bahkan ada yang mengklaim 100% bisa lolos beasiswa jika membaca buku itu, tak heran jika banyak orang tergiur untuk membelinya.  Pada tulisan ini saya akan sedikit mencari tahu isi salah satu buku tips-trik lolos beasiswa yang katanya bisa menjamin lolos beasiswa.

(more…)

Mitos Kuliah ke Luar Negeri lewat Beasiswa

Photo by aamu.eduMasih ingat dua tahun yang lalu, pada saat mengikuti seleksi beasiswa, yang Alhamdulilah saya berhasil memperolehnya sekarang, di ruang tunggu antrian untuk wawancara, saya berbincang dengan seorang pria peserta seleksi wawancara juga. Saya tanya beliau mau melanjutkan studi bidang apa? Kemana? Dengan meyakinkan beliau menjawab ingin melanjutkan studi S2 bidang TESOL ke Australia. Belum sempat saya bertanya apa alasannya, beliau langsung menjelaskan bahwa alasan utama memilih Australia karena disana mahasiswa bisa kerja sambil kuliah. Menurut beliau, kuliah ke luar negeri itu, khususnya Australia, adalah kesempatan bukan hanya untuk menambah ilmu dan wawasan, tapi juga “jalan pintas” untuk kaya. Beliau berujar bahwa dalam setahun kuliah di Australia, beliau harus bisa menabung setidaknya Rp. 1 M. Uangnya akan beliau pakai untuk modal usaha.

(more…)

Bisakah Kita Mengajarkan Apa yang Kita Tidak Ketahui?

Image by Shutterstock

Image by Shutterstock

Learning to teach should not be a process of “discovery learning” or “learning by doing”, but rather learning that intentional, deliberate, and goal directed by expert teacher educators who are skilled at moving teachers towards theoretically and pedagogically sound instructional practices and greater levels of professional expertise” (Johnson & Golombek, 2016).

Saya termasuk orang yang meyakini bahwa menjadi guru yang baik dapat dilakukan melalui proses “discovery learning” atau “learning by doing”; bahwa dengan semakin banyaknya pengalaman diraih, maka seiring berjalannya waktu, seseorang bisa menjadi guru yang handal. Keyakinan inilah yang memandu bagaimana saya mengajar mahasiswa saya di sebuah kampus keguruan.

(more…)

Teacher educators and student-directed learning

 Picture Copyright: Rawpixel.com

Picture Copyright: Rawpixel.com

As part of my learning journey, I would start posting a kind of annotated bibliography about topics that I am interested in. These posts may not look like an “actual” annotated bibliography as it is usually written by expert authors. They are just notes and a little review of the articles that I read. All the posts will be tagged under the category of “Annotated Bibliography”; so, if you are interested in reading it, you can click on the category, but I would say again that this is intended for my own personal learning.

(more…)

Calendar

October 2018
M T W T F S S
« May    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Categories

Blog Stats

  • 16,980 hits